Rabu, 11 Februari 2015

Hari Cuci Tangan Sedunia, Hal Sederhana yang Berdampak Luar Biasa

Sederhana, namun cuci tangan memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap kelangsungan hidup manusia. Tangan adalah media utama bagi penularan kuman-kuman penyebab penyakit. Bagaimana jika alat kita untuk memegang ini menempel banyak kuman?

Misalnya, seseorang penderita flu menutup hidungnya dengan tangan saat bersin, kemudian memegang pegangan di bus, saat memegang pegangan tersebut, bakteri flu dapat segera berpindah ke tangan dan apabila memegang hidung atau mulut, kuman tersebut dapat masuk ke dalam tubuh kita. Itulah gambaran betapa mudahnya kuman penyakit berpindah dari satu orang ke orang lain.

Tidak hanya untuk flu saja, penularan kuman melalui tangan juga terjadi untuk penyakit-penyakit menular ganas lainnya. Seperti diare, cacingan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), bahkan penyakit yang mematikan seperti SARS, Flu Burung (H5N1) dan Flu Babi (H1N1). Dan hanya dengan cuci tangan dengan benar, maka penularan penyakit ini putuskan.

Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup, namun dengan menggunakan sabun sebagai upaya kesehatan preventif. Pasalnya, sabun dapat meluruhkan lemak dan kotoran yang mengandung kuman. Dengan penggunaan yang tepat, semua jenis sabun efektif dalam membantu melunturkan kotoran/kuman.
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan solusi strategis untuk mengurangi dampak dari sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk itu perilaku CTPS perlu digalakkan untuk menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat di pedesaan maupun perkotaan.

Sejak 2008, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Kegiatan tersebut akan memobilisasi jutaan orang di lima benua untuk mencuci tangan mereka dengan sabun. Semakin luas budaya mencuci tangan dengan sabun akan membuat kontribusi signifikan untuk memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs), mengurangi tingkat kematian anak-anak di bawah usia lima tahun pada 2015 hingga sekitar 70 persen.

Setiap tahun, lebih dari 3,5 juta anak tidak dapat hidup hingga usianya yang ke-5 karena diare dan pneumonia. Tantangan yang dihadapi bersama saat ini adalah untuk mengubah budaya mencuci tangan dengan sabun dari ide yang abstrak menjadi perilaku yang membudaya.

Flash Mob Cuci Tangan Di Car Free Day
Di Pekanbaru, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dilaksanakan dalam rangkaian Car Free Day di sepanjang Jalan di Ponegoro. Sekitar 20 ribu orang yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA dan  Perguruan Tinggi Kesehatan, Rumah Sakit, Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dan Kota Pekanbaru terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Riau, Dinas Pendidikan Riau, Rumah Sakit Eka Hospital, serta BPJS kesehatan Riau. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran para orangtua, keluarga dan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi bagi anak usia dini serta menumbuhkan kesadaran akan gerakan cuci tangan menjadi kebiasaan pola hidup sehat masyarakat.

Acara dimulai dengan pelepasan gerak jalan massal oleh Bunda Paud Provinsi Riau, Latifah Hanum Anas, didampingi oleh   Sekda Provinsi Riau, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan. Kemudian dilanjutkan dengan Pembagian hadiah yang terdiri dari Sepeda motor,  unit sepeda, LCD TV, kulkas, mesin cuci, rice box, hp, blender, mixer, dan beragam hadiah lainnya.

Flash Mob juga termasuk dalam rangkaian kegiatan yang menyemarakan kegiatan ini. Tim Panitia menyampaikan pentingnya cuci tangan dan mempergakan bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar. Flash mob ini cukup mengejutkan masyarakat yang hadir. Edukasi tentang kesehatan tangan ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Riau dan dokter dari Eka Hospital.

Mereka juga memberikan edukasi tentang waktu cuci tangan yang disarankan. Diantaranya  setelah buang air besar, setelah membersihkan anak yang buang air besar,  sebelum menyiapkan makanan,  sebelum makan, dan  setelah memegang/menyentuh hewan.

Kegiatan cuci tangan ini diharapkan tidak hanya terjadi satu hari ini saja. Namun aksi nyata yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat secara terus menerus sehingga perilaku CTPS menjadi bagian dari budaya bersih masyarakat Indonesia sejak usia muda. Mari  kita mulai membiasakan perilaku cuci tangan pakai sabun pada lingkup terkecil masyarakat terlebih dahulu, pada diri sendiri, dan anak-anak kita. ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2013 Unika Info: Hari Cuci Tangan Sedunia, Hal Sederhana yang Berdampak Luar Biasa | www.bookie7.co